Sahabat.., lihatlah..


Hidup itu seperti meniti anak tangga. Setiap anak tangga yang terlewati banyak yang didapat. Setiap anak tangga yang terlewati terkadang ada genagan air yang jika tak terlihat akan menjatuhkanmu, ada juga duri, jika kamu beruntung kamu akan dapat koin yang terjatuh dari saku tuannya atau bisa dapat lebih besar lagi. Setiap anak tangga yang terlewati membuat kita lebih jauh dari tanah asal kita berpijak, di tempat yang tinggi pasti ada persasaan takut jatuh karena angin di tempat tinggi terlalu kencang, tapi di tempat yang tinggi kamu akan banyak melihat yang belum pernah kamu lihat ketika kamu di bawah. Setiap anak tangga yang terlewati kamu akan bertemu seseorang atau kamu berpisah dengan seseorang. Bertemu seseorang di suatu anak tangga, kamu berpikir bahwa dialah yang kamu cari untuk teman seperjuangan menghabiskan sisa anak tangga yang akan disusuri. Tapi kenyataannya mengatakan bahwa dia bukanlah orangnya, orang yang akan menemanimu hingga akhir jalanmu. 

Sekarang kamu kecewa karena keputusannya tak mau menemanimu, kekecewaanmu membuat duniamu seakan akan berhenti, semua yang kamu lakukan terasa salah, semua yang kamu lakukan teringat akan dia dan semua itu membuatmu tertekan dan terpuruk dalam jurang kesedihan.   Tapi  apakah kamu tahu dia dan kamu punya tujuan yang sama? apakah jalan kalian nantinya akan searah? Sekarang bagaimana denganmu? Apakah kamu masih di anak tangga yang sama dan menunggu dia atau kamu akan terus meniti anak tanggamu sendiri dan berharap bertemu seseorang yang memiliki tujuan yang sama dan arah yang sama denganmu. Ataukah kamu merasa bahwa dia adalah orang yang mencuri setengah jiwamu dan membawanya pergi? Kamu tak seharusnya berpikir dia telah mencuri jiwamu karena jiwamu tak pernah kemana-mana tapi jiwamu hanya berubah arah. Yang perlu kamu lakukan sekarang hanyalah mencari jiwamu yang sebenarnya masih ada dalam dirimu hanya dia tak satu arah dengamu. Tak perlu menunggu orang lain untuk mengembalikannya hanya kamu yang dapat mengembalikaan separuh jiwamu Karena dia tidak pernah pergi darimu. Tak perlu lagi menenggok ke belakang jika itu akan membuatmu mundur dan sakit. Karena masa lalu adalah pelajaran, masa kini adalah kenyataan dan masa depan adalah gaib. Kamu percaya masa depanmu itu ada tapi kamu tak pernah tahu apa yang akan menimpamu dimasa depan. Yang kamu jalani sekarang adalah masa kinimu masa lalumu adalah bekal untuk masa kini dan masa kini adalah bekal untuk masa depanmu.

Dan jangan bersedih atas duniamu, karena kesediahan atas dunia akan membuatmu terjebak dalam kenagan masa lalu yang menyakitkan, khawatir terhadap masa depan dan menyia-yiakan masa kinimu. Jadi jangan bersedih atas duniamu karena setiap penyakit dibawah langit ini selalu ada obatnya maka berusahalah untuk mencari obatnya, jika tidak ada jangan dipikirkan. Berpikirlah positif terhadap apa yang sedang kamu alami sekarang, selalu ada jalan untuk setiap persoalan. Dunia ini diciptakan tidak untuk ditangisi. Karena setiap masalah yang kamu hadapi akan membawa kamu ke level yang lebih tinggi lagi. Jika kamu berhenti dan menangisi nasibmu berarti kamu telah menyanyikan lagu kematianmu sebelum waktunya. 

Dan jangan sia-siakan pikiranmu untuk orang yang tak mengindahkanmu, berpikirlah untuk orang yang ada di depanmu dan menghargaimu. Karena lakukan apa yang ada didepanmu sekarang, tak usah memikirkan hal yang tak ada didepan matamu, seperti mengerjakan puzzle. Apa yang ada didepanmu sekarang selesaikanlah sekarang dan yang tak ada di depanmu sekarang selesaikan nanti saja.     

Semoga tak menemuan lagi seseorang yang mencuri waktumu tapi tak mengindahkanmu, juga membawa pergi jiwamu karena jika kamu merasa jiwamu pergi bersamanya hidupmu yang akan hancur karena itu, karena bukankah mengerikan manusia hidup tanpa jiwa, jadi jangan biarkan orang lain mencuri jiwamu apa lagi membawanya pergi.(nay)

Komentar

Postingan Populer