Rumah Baca ( #part1 )
Salah satu impian saya adalah membuat “perpustakaan” yang tercetus gara-gara ketidaktebiasaan saya untuk baca buku. Toko buku tak banyak, harganya pun tak murah. Fasilitas perpustakaan umum di Pare cuma ada 1, sudah cukup tua pula. Bahkan mungkin sudah tidak dikenal lagi. Seumur hidup sampai sekarang, saya cuma pernah kesana 2 kali. Kata pak Ichsyat dan pak Kawi, harus bisa memperjuangkan idealisme dengan mendayagunakan pembiayaan pihak lain tanpa ikut tertunggangi. Karena itu saya mau mencoba membuat proposal, untuk pembangunan manusia sepenuhnya. Meskipun ini masih tahapan coba-coba atau iseng, yaa.. tetap saya tulis. Karena oh karena… biasanya saya lupa, lalai atau terlupa dengan apa yg saya rencanakan di tengah jalan. Rencananya mau diajukan ke pihak-pihak yang bisa membantu terwujudnya hal ini. Dan daerah terdekat dengan saya adalah, desa/kecamatan saya sendiri (kecamatan baru) atau kecamatan tetangga, yaitu Pare. Hitung-hitung bayar hutang pada negara yang telah membia...




