Ano “Long Time no See”

Minggu penuh kejutan. Banyak hal yang terjadi dalam seminggu. Coba aja amati.

Di awal minggu lalu, letika hati masih riang gembira mendapat kabar dari sang sahabat sejak minggu sebelumnya. Masih terngiang suaranya yang bercerita dengan bahagia tentang impiannya menyempurnakan agama Alloh. Bercerita tentang si ‘laki-laki’ yang sedang menjalani proses dengannya. Bagaimana ia merasa ada sedikit rasa ‘klik’. Tentang pengkondisian keluarganya. Tentang rencana lanjutannya. Bahagianya melihat wajahnya berbinar dengan tertunduk malu tersipu-sipu. Memang benar, siapapun akan terlihat lebih menarik, indah atau cantik ketika sedang berbahagia.

Pada saat itu, adalah saat kami baru bersua kembali setelah 4 tahun. Jika dalam bahasa geje nya, pasti sudah ngomong “long time no see”. Hihiii, lucu juga. Lama tak bertemu, kangen-kangenan, mengamati perubahan, dan….exactly “ngobrol bin ngrumpi”, namanya juga perempuan. Meski kali ini cuma bertiga, tapi rasanya hangat. Obrolannya mulai dari kondisi sekarang, ngaji, skripsi, wisuda, sampai nikah. Ini nih.. masalah sensitive lainnya bagi perempuan. Tapi beda lagi lho kalo diomonginnya sama sahabat, yang sensitive jadi gak sensitive. Aneh juga kalo dipikir-pikir. Padahal kalo ada orang yang nanya cuma bisa nyengir, mikir lalu mangkir.  :P

Pertemuan hangat itu kami akhiri dengan sholat, makan sambil nonton ‘Running Man’ (kali ini ngrepotin ibunya 1 sahabat kami, hihi), dan nungguin hujan mereda. Karena gak reda-reda akhirnya nekat deh. Hujan-hujan, dingin-dingin, berangin, nyetir motor, brrr. Akhir yang kedinginan karena hujan ini ternyata…membawa akhir yang dingin pula. Karena di awal minggu ini, sang sahabat mengabari kegagalan prosesnya. Tepat beberapa menit sebelum adzan shubuh berkumandang. Ikut sedih? Iya. Apa yang bisa kukatakan, hanya sebuah penempatan perasaan untuk hal yang terbayang. Semoga dapat pengganti yang terbaik.

Keesokan harinya mendapat berita mengejutkan lagi. Sederhana, hanya sebuah panggilan interview tes kerja. Di sebuah daerah yang belum pernah kulewati bahkan untuk sekalipun belum pernah. Ibu menyuruh bertanya pada tetangga yang kerjanya di sekitar sana dan kebetulan sedang dirumahnya. Tapi…jelas ndak berangkat nanya. Soalnya si tetangga ini laki-laki dan single. Entah sejak kapan saya males banget berurusan sama orang dengan kategori diatas. Kecuali kalo udah kenal lam kayak temen sekampus, gara-gara dikampus bisa dibilang ndak dianggep perempuan meski udah pake rok segala. Hahaha, tapi justru ini yang membuat saya nyaman.

Nah, akhirnya nekat aja berangkat ke Surabaya. Bukannya ndak ada hubungannya Surabaya dan tempat interview. Tapi justru harus oper kendaraan alias transit di Surabaya kalo mau ke daerah tersebut (ini cuma berlaku untuk kendaraan umum dari Kediri). Setelah membingungkan temen sekosan, entah bagaimana caranya akhirnya saya bisa nyampe juga ditempat tes. Hehe, rempong kan ya.

Suatu kebetulan atau keajaiban, saya datang in time! 40 menit sebelum pelaksanaan. Wow sekali untuk track record yang sudah-sudah. Hahahha  :D . Disinilah letak kejutannya. Setelah selesai  tes tulis dan berganti interview, yang muncul adalah…. Jeng jeng jeng, senior di jurusan saya dan 1 lagi にほんじん。Mata nihonjin desu. Mata mata mata! Dalam hati sudah teriak kegirangan. Emang pengen ketemu sama orang Jepang yang keren kayak profesornya bapak kalab, yang bisa bahasa Inggris jelas, atau bahkan yang bisa bahasa Indonesia.

Memang sih sudah pernah ketemu sma yang begitu : 1 bisa bahasa Inggris, jerman, Indonesia dan CEO ; 2 lagi user dan bahasa Inggris  ; kali ini 1 advisor yang bisa bahasa Inggris dan Indonesia (b.indo nya lancar, wow).

Alloh… saya ini beruntung banget, Alhamdulillah. :D. Meski impian bisa ke Jepang belum tercapai, tapi gakpapa deh ini ketemu sama orang Jepangnya aja dulu. Hehehhe. Sayangnya nih, saking senengnya jadi sampai gemeteran deh dan waktu disuruh nyoba bahasa Jepang, Cuma bisa perkenalan doang. Itch! Malui-maluin banget tuh. Ya udah.. kan udah berlalu. Sampai saat nulis ini masih seneng juga tapinya, hehe.

Sang kejutan ndak berhenti disini. Malamnya setelah tes interview. Tiba-tiba ada kejutan lain, tapi kali ini jadi bikin galau luar bisaa meski gak bisa ganggu tidur pulas ane.  Galau model baru kali ya.. galau ko’ masih bisa tidur pulas. Ini sih mirip PR atau Tugas besar dank arena itu sampai nulis ini tugasnya belum saya selesaikan. Antara ndak ingin menyelesaikan, ndak bisa menyelesaikan, atau ndak siap nerima nilai saat udah selesai (padahal gak dinilai pake kuantitatif lho). Yang ini beneran bisa bikin sakit perut, lupa makan sama galau. Karena ndak pernah kepikiran dapet tugas begini sih. Kaget kali ya lebih tepatnya.

Ah, lupakan kealay-an soal galau-galau di atas. Anggap aja transparan, huahahahha :D :V  B)

Setelah sekian lama ndak main ke kampus, hari ini berangkat juga. Ke lab tercinta, dan numpang ngenet. Ada udang dibalik rempeyek kan ya. Eh, ketemu sama mbak-mbak, rasanya pengen bilang “hisashiburi” tapi udah didahuluin ama mbaknya dengan “long time no see”. Hehehe.. Ditanyain kabar dan kerja dimana, dan ditawari bekerja. Guzen desu ka. これてただ の ぐぜんですか。:D.  Silturrahiim oh silaturrahiim.

Tiba-tiba perut keroncongan gak pake dangdutan karena lupa sarapan, akhirnya pergi beli makanan bareng ima n sab. Pas lagi bingung mau beli apa, eh ketemu sama temen-temen S2. あのとき わ また  あの “long time no see”. Tapi ini versi koor, jadi meriah banget. Jadi kangen, hhehe. Seneng banget kumpul lagi, tapi eh… skalinya ngumpul ko’ ya ngegosip. Gosip apa bukan ya? Bahan gosipnya ada didepannya langsung gitu, yaitu saya. Wow! Temen-temen ini kreatif tanpa batas, sampai undangan pernikahan dari laboran di lab ikut kebawa-bawa. Wah, wah.. Semoga aja ndak ada seorang anak yang polos dan teramat lugu ikutan denger, bisa dianggep beneran itu gosip/becandaan. Nah, kalo sampe gitu kan lumayan. Lumayan gawat. Wohoho..

 *Ups! Jadi inget PR. Kabuurrrr..    :o

Komentar

Postingan Populer