Kolam Ikan

Menjelang sesi-sesi terakhir sebelum ishoma, saya sempatkan untuk menikmati angin sepoi di
lantai 3. Berjalan, lalu berkeliling ==ga pake berputar-putar ala teletubi*s== dan terhenti dinding yang menghadap langsung ke kantin pusat. Iyaa, ini di SAC, gak berniat main tebakan nih. Sebuah kolam ikan. Membuat serentetan memori melesat.
Kolam ikan. Mengingatkan saya pada masa kecil dulu. Kalau hari libur ikutan teman-teman mincing ==maklum, teman seumuran di desa banyak laki-lakinya==. Pagi-pagi sehabis ‘nyapu’ halaman malah mengambil ranting atau bahkan sekop bapak hanya untuk gali tanah mencari beberapa ekor cacing. Kalo ketemu ditaruh diatas daun, ambil pancingnya bapak, dan tancap gas bersama teman-teman. Melihat ikan, di kolam belakang rumah atau ngeluyur ke sungai sampai pernah dimarahin habis-habisan gara-gara pergi mancing di sungai yang dalaaaam {hahhaa, efek lebay! }. Yaa, karena kami masih kecil, belum berbakat dalam hal mancing, akhirnya cuma dapat ikan kecil-kecil. Bukan dimasak, tapi kami buatkan kolam ikan di halaman rumah menggunakan tanah liat/lempung. Alhasil, kasian tuh ikan-ikannya, tersiksa oleh “kekreatifan” kami yang kemudian megap-megap_sekarat_mati.
Kolam ikan. Percobaan biologi jaman di madrasah (MTs). Pagi-pagi bapak sudah pergi ke rumah pak lek untuk memintakan ikan 1 ekor==yang kebetulan sehari sebelumnya si pak lek baru beli ikan untuk kolamnya== untuk percobaanku. Saya lupa judulnya apa, pokoknya tentang anatomi. Akhirnya si ikan bertempat di dalam plastik berbalut kresek. Di jam pelajaran kedua, tibalah watu untuk percobaan. Hmmm, kelompok saya semuanya perampuan. Setelah dijelaskan prosedurnya, kami pun mulai praktikum. Tarrrraaaaa!!! ku tunjukkan ikan di dalam plastic, seketika itu juga teman2 bilang, “jangaaannn!!!”. Alasannya sederhana, hanya karena ikanku mirip ikan lohan{ndk tau tulisan benarnya bagaimana}. Eh, ternyata ada yang membawa ikan mas, jadilah ia korbannya. Karena eh karena kelompok kami perempuan semua, ian pun kembali merasakan penyiksaan. Ikan dimasukkan ke dalam kresek hitam yang saya bawa, lalu dibanting-banting niatnya sampai mati. Tapi si ikan ternyata Cuma menggelepar kesakitan dan akhirnya guru-lah yang mampu mengakhiri penderitaannya {hiks}. Anatomi ikan yang ditusuk-tusuk jarum + gambar anatominya adalah hasil akhir praktikum kali itu ==sengaja tidak berbicara proses==.
Kolam ikan. Praktikum lagi. namun kali ini untuk riset karya tulis. Kolam ikan didepan kelas XI IA3{sekarang jadi kelas Kimia kalau ndak salah mengingat} itu jadi korban semasa saya masih kelas X. Niatnya sih mau membasmi bakteri dan m.o. pengotor kolam, tapi…. Untung diberi CuSO4 [Tembaga (II) sulfat] sedikit, jadi si ikan mungkin cuma pusing-pusing deh. Hehe
Tegang, ceria, dan….lain-lain jadi tema pada kolam ikan- kolam ikan diatas. Beda lagi yang semasa kuliah.
Kolam ikan. Dulunya mungkin yang disebut kolam limbah. Letaknya tepat didepan Lab proses [Cuma terpisah taman]. Perkembangan kolam ini pesat sekali, dari yang dulu tidak berbentuk sampai sekarang sudah jadi bagus. Ini kasusnya.. ups!! ceritanya, maksud saya.
1. Tempat merenung
yaah, salah satu sobat saya merenungi kondisinya disini pas dulu jaman semester 2. Masi ingat kawan?? Ente kagak ada semangat idup, drop, down {apa bedanya coba??}. Merenungi kondisi kesehatan saat itu. Hmm, sobat yang sebelumnya begitu ceria dan bersemangat. Lalu, siapa yang tidak bingung dan khawatir?? Tenang, ini hanya pengingat. Kami masih ada kog, meskipun tidak sesering dulu intensitas kebersamaannya. Warning! Jangan diulangi lagi ya sob… ^^,

2. Tempat melihat ketenangan
ini cerita gara-gara salah satu sobat saya galau masalah akademik. Semester 2 juga. Penyebanya, nilai mata kuliah berpraktikum saat itu tidak bisa maksimal dan jadilah IPS nya turun jadi tidak lagi hampir 4. #ckckkckc.. Mata berkaca-kaca, muka ditekuk + lupa belum disetrika sepertinya, lempar batu {gak pake sembunyi tangan :p } kadang snack ke kolam. Ikan-ikan pinter juga ternyata, dilempar snack berebut paling depan tapi giliran dilempar batu {Cuma kecil, gak segede kepala} eeeehh menghindar, berkelit ala kuda laut atau jurus elemen udaranya avat*r. Hahaha… Cuma mau menyampaikan. Sob.. dulu ente galau, dan itu bermanfaat [karena akademik dan itu amanah dari ortu]. Sekarang ente galau, galau, galau.. Coba deh dicek, itu bermanfaat ndak? Oh ya, harusnya ente bersyukur meski IPS turun, tapi gak seturun IPS saya waktu itu {hampir 1,0… oh my Gosh!!}. Bersyukur membuat segalanya nikmat sob, percaya deh!! ^^,
3. Fungsi referensi {mulai deh ngasal, haha}
Karena dua sobat saya merenungi nasib di kolam, akhirnya saya ngikut deh. Tenaaang, waktu itu cuma sedikit mikir amanah, hehe. Yap semester 4. Aslinya saya penasaran, emang benerankah kalo liat ikan bikin lebih rileks?? Dan hasilnya, saya makin frustasi. gara-gara si ikan ngece sih, jadi bikin saya pengen goreng mereka. Hahahha.. hasilnya gak mempan cuy.. :P
Sori ya Sob [sobat saya yang satu lagi], ente tidak terceritakan. gara-gara saya ndak pernah liat ente galau di pinggir olam ikan. Jadi, menurut saya.. ente yang emosinya paling stabil diantara kita berempat. Hohoo. Selamaaatt ^_^
Masih kolam ikan. Tapi ini di sekitarnya.
Kolam ikan. Syuro Tablighul Islam. Akhwat. Yap, membahas Sabita dan kajian-kajiannya. Di taman, dekatnya kolam. Tak selalu memang syuro itu full team. Tapi… jelas bermanfaat, dan menggembirakan. Di waktu syuro itu kami berdebat dengan candaan tentang tema-tema kajian keakhwatan tersebut. Berdebat berebut tidak mau jadi MC, berebut siapa yang tilawah di kajian nanti, siapa pembicaranya dan segala hal sampai pada reminder, surat izin ruangnya sudah belum yaaa? hahhaaa, sudah melebar begitu tidak lucu juga kalau ternyata suratnya belom. Langsung deh, hmmm “fandzoool” menggumamkan nama teman kami yang jadi sekdept.
Kolam ikan. Syuro Tablighul Islam. Overall. Mushola lantai 4. Diman setiap setelah syuro melihat kolam ikan dari depan Lab KNT {keliatan ada ikan yang gedeee warna merah, eh merah apa oranye yaaa? }
Karena memang di TI jadi ya bahasan syuro rata-rata tentang kajian. Tak ubahnya kalau sedang syuro akhwat. Tidak full team {lebih tepatnya, saya yang jarang ikut syuro kalau overall begini, hehe}. Tapi keluarga itu begitu lekat dan dekat. Kajian. Kami kembali berebut. Berebut mendaftarkan ide-ide di kepala untuk jadi tema kajian. Penyesuaian dengan kondisi terkini dari stakeholder. Kalau idenya banyak sekali, akhir-akhirnya rebut menyimpulkan yang mana. eh giliran ditanya, “hehe, masih dipiirkan”. Akhirnya pending dulu deh itu tema, hahhaa. Kembali ribut, ribut berebut siapa yang tilawah, siapa yang MC, ambil konsumsi, berita acara + rangkuman isi kajian dan hal-hal lain. di akhir emudian reminder lagi ke sekdept. Hmmm, kasian tuh sekdept dianiaya melulu sama kami, heheheee. Peace ya bro ^^V
#Kolam ikan. Satu diantara tempat ataupun benda yang terekam otak saya. Semoga semua ini bermanfaat.
Saya dedikasikan coretan ini untuk sahabat-sahabat saya : Herlina, eka, dan wildan. Keluarga Tablighul Islam KINI 1011 : Mb Ilmi, Mb mafa, fika, putri, adel, mz rizal, mz edhi, mz eko, baqir, hanief, DJ, yanuar, bagus, andar, dan fanny. Teman-teman saya di jaman2 mengenyam bangku sekolah. Subhanallah, kalian semua telah memberi warna dalam kehidupan saya. Kalau kata “KOCAKres teh Movie –The Friedship-“ nya !DSM Gamais ITB “Bertemanlah hingga ke syurga”, maka semoga kita semua bisa seperti itu. Aamiiin ^_^


Sekarang kolam ikan jadi kolam dengan tumbuhan hijau yang lagi over blooming diatasnya
BalasHapusHaha, jadi pengen galau lagi. apa malah yang bercerita ini yang lagi galau #ea
iya.. hehe
Hapusjadi kolam ganggang, lumut sampe rumput..
wah, lab mu tuh depan kolamnya langsung. Bisa menggalau tiap hari.
#Ups., gue? galau?
hahaha... sekarang sh nggak. Dulu pas nulis ini? lupa deh :p